Laman

Minggu, 08 November 2009

Dulu aku berpikir, kehidupanku akan benar-benar bahagia setelah aku menjadi miliknya. Sekarang pun aku masih bahagia karena tak ada pertengkaran yang berarti yang mampu mengalahkan rasa cintaku terhadapnya. Tapi oh Tuhan... aku tidak menyangka ini sama sekali.

Aku kira dialah laki-laki sejati yang berhak kucintai. Selama ini, selalu itu yang ada di pikiranku. Dan tak pernah terlintas untuk mencari pengganti dirinya. Pun sampai saat ini aku tetap tak bisa membencinya. Dia terlalu berharga untukku.

Aku pikir, dia benar-benar membutuhkanku karena dia mencintaiku. Apalagi ketika dia mengucurkan air mata memohon agar aku jangan pergi setiap kali aku marah dan meminta cerai. Kami memang sudah menikah, tapi sungguh aku benar-benar tak pernah merasakan sedemikian sakit selama hidup dengannya.

Aku benar-benar kecewa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar